Tempat Wisata


Posted on December 6, 2017 at 12:00 PM


Makam Jajuk Tampo

Makam Jujuk Tampo diyakini dalam banyak versi. Menurut para ahli tarikat, dimakam ini bersemanyam jasad Sunan Bonang yang tidak berhasil dipindahkan ke Tuban oleh santri-santrinya. Namun berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, Jujuk Tampo adalah seorang mubaligh musyafir yang dibunuh orang yang berasal dari Desa Patarsekamat, Sangkapura. Makam Jujuk Tampo terletak di Dusun Tampo Desa Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura. Sekitar 4 KM dari pelabuhan Sangkapura dan 1 KM dri jalan lingkar Bawean. Letaknya yang berada di area persawahan dan jauh dari pemukiman penduduk, pemakaman ini termasuk berdiri sendiri. Artinya tidak berada di komplek pemakaman umum. Area Jujuk Tampo terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan Utama berupa makam Jujuk Tampo dan istrinya. Berjarak 10 meter dari bangunan utama, terdapat bangunan beristirahatan yang memiliki fasilitas kamar mandi , tempat wudhu dan aula peristirahatan bagi peziarah. Meski bangunan makam sudah modern, namun area ini tetap mempertahankan keaslian lingkungan alamnya. Di sudut pemakaman terdapat pohon berusia ratusan tahun dengan aar yang bergantungan. Tatanan pemakaman seperti ini jarang ditemui di destinasi wisata religi lainnya di Pulau Bawean. Tidak hanya menawarkan wisata religi, makam Jujuk Tampo juga menyajikan pemandangan yang menyegarkan mata. Sebelum mencapai area pemakaman, peziarah akan disambut oleh sawah yang berundak-undak dan luas. Untuk mencapai lokasi, peziarah dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Khusus peziarah yang memilih menggunakan mobil, maka pejizarah harus turun di batas akhir jalan poros desa. Selanjutnya harus bejalan kaki sekitar 100 meter untuk mencapai area pemakanan Jujuk Tampo. makam Jujuk Tampo diyakini dalam banyak versi. Menurut para ahli tarikat, dimakam ini bersemanyam jasad Sunan Bonang yang tidak berhasil dipindahkan ke Tuban oleh santri-santrinya. Namun berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, Jujuk Tampo adalah seorang mubaligh musyafir yang dibunuh orang yang berasal dari Desa Patarsekamat, Sangkapura. Makam Jujuk Tampo terletak di Dusun Tampo Desa Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura. Sekitar 4 KM dari pelabuhan Sangkapura dan 1 KM dri jalan lingkar Bawean. Letaknya yang berada di area persawahan dan jauh dari pemukiman penduduk, pemakaman ini termasuk berdiri sendiri. Artinya tidak berada di komplek pemakaman umum. Area Jujuk Tampo terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan Utama berupa makam Jujuk Tampo dan istrinya. Berjarak 10 meter dari bangunan utama, terdapat bangunan beristirahatan yang memiliki fasilitas kamar mandi , tempat wudhu dan aula peristirahatan bagi peziarah. Meski bangunan makam sudah modern, namun area ini tetap mempertahankan keaslian lingkungan alamnya. Di sudut pemakaman terdapat pohon berusia ratusan tahun dengan aar yang bergantungan. Tatanan pemakaman seperti ini jarang ditemui di destinasi wisata religi lainnya di Pulau Bawean. Tidak hanya menawarkan wisata religi, makam Jujuk Tampo juga menyajikan pemandangan yang menyegarkan mata. Sebelum mencapai area pemakaman, peziarah akan disambut oleh sawah yang berundak-undak dan luas. Untuk mencapai lokasi, peziarah dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Khusus peziarah yang memilih menggunakan mobil, maka pejizarah harus turun di batas akhir jalan poros desa. Selanjutnya harus bejalan kaki sekitar 100 meter untuk mencapai area pemakanan Jujuk Tampo.